
Lumba-lumba. Sxc.hu
TEMPO.CO, Kupang - Sebanyak 20 lumba-lumba biru terdampar di Pantai Wuihebo, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 14 April 2014. "Diduga kawanan lumba-lumba tersebut terdampar akibat terbawa arus yang cukup deras," kata Bupati Sabu Raijua Marthen Dira Tome kepada Tempo.
Muncul dugaan lumba-lumba itu terseret arus laut, kata dia, karena mereka terdampar saat air surut dalam keadaan hidup. Karena itu, nelayan yang menemukan mengembalikan mereka ke laut. "Masyarakat melepas kembali ke laut," katanya.
Melki, nelayan yang menemukan lumba-lumba itu, mengatakan dirinya bersama sejumlah nelayan menemukan lumba-lumba sekitar pukul 11.00 Wita. "Saat ditemukan, lumba-lumba hampir mati," katanya. (Baca : Orkestra Lumba-lumba di Teluk Kiluan)
Setelah menemukan lumba-lumba itu, dia melaporkan temuannya ke kepala desa setempat agar mengajak masyarakat lainnya mengembalikan hewan malang itu ke laut. "Hampir semua masyarakat membantu mengembalikan lumba-lumba itu ke laut yang agak dalam," katanya. (Baca : Duta Besar AS Prihatin Perburuan Lumba-lumba)
This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.
No comments:
Post a Comment